Kue Jojorong: Kuliner Khas Banten yang Diperkenalkan dalam Bazar Ramadan

Daftar Isi

Kue Jojorong: Kuliner Khas Banten yang Diperkenalkan dalam Bazar Ramadan
Takjil dalam Tradisi Ramadan

Takjil merupakan aneka makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa di bulan Ramadan. Biasanya, takjil berupa kudapan manis yang dikonsumsi untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Berbagai makanan khas daerah di Indonesia sering dijadikan takjil karena cita rasanya yang sesuai untuk dinikmati saat berbuka.

Kue Jojorong dalam Aksi Berbagi Takjil

Dalam rangkaian acara Aksi Berbagi Takjil yang berlangsung di Masjid Ats Tsauroh, Serang, Banten, selama bulan Ramadan, diperkenalkan kue jojorong sebagai salah satu menu berbuka puasa yang khas dari Pandeglang, Banten. Kue ini memiliki tekstur lembut dengan rasa manis yang khas, sehingga cocok dikonsumsi setelah berpuasa seharian.

Karakteristik Kue Jojorong

Kue jojorong memiliki ciri khas sebagai berikut:

  • Bahan utama: Tepung beras dan santan kelapa.

  • Isi: Gula aren sebagai pemanis alami.

  • Bentuk: Persegi dan dikemas dalam daun pisang, diikat menggunakan tusuk gigi.

  • Tradisi: Umumnya disajikan dalam acara hajatan seperti sunatan dan pernikahan, namun mudah ditemukan saat bulan Ramadan sebagai hidangan berbuka.

Inovasi Kue Jojorong dalam Kreasi Kuliner

Dalam acara Kreasi Kuliner Koepoe Koepoe, kue jojorong diperkenalkan kembali dengan variasi modern melalui demo memasak. Inovasi ini menghadirkan varian baru dengan tambahan rasa stroberi dan pandan, yang dibuat menggunakan perisa pasta dari Koepoe Koepoe untuk meningkatkan aroma, rasa, dan warna. Proses memasaknya tetap mempertahankan metode pengukusan yang merupakan cara tradisional dalam pembuatan kue jojorong.

Dukungan Pemerintah terhadap UMKM Kuliner

Acara ini mendapat dukungan dari Gubernur Banten, Andra Soni, yang turut hadir untuk memberikan semangat kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian daerah selama Ramadan.

"Acara ini berperan aktif mendukung UMKM lokal Serang di bidang kuliner sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berbuka puasa dengan menu takjil yang berkualitas," ujar Gubernur Andra Soni.

Puluhan stand dalam bazar tersebut menyajikan beragam kuliner khas Banten, khususnya takjil dan hidangan berbuka puasa. Selain sebagai ajang promosi UMKM, acara ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik pariwisata kuliner di Kota Serang.

Harapan untuk Masa Depan

Menurut Harry Wijaya, CEO PT. Anggana Catur Prima, kegiatan ini merupakan langkah awal dalam menjadikan Kota Serang sebagai destinasi wisata kuliner yang menarik.

"Ini adalah event pertama yang kami selenggarakan, dan kami berharap dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal serta menjadi ajang promosi bagi UMKM," ujar Harry Wijaya.

Sementara itu, Arfina Rustandi, istri Wali Kota Serang Budi Rustandi sekaligus Ketua Penggerak PKK Kota Serang, juga menyampaikan dukungannya terhadap acara ini. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan program PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan bisnis di tingkat rumah tangga.

Kesimpulan

Bazar Ramadan dan Kreasi Kuliner Koepoe Koepoe menjadi ajang penting dalam memperkenalkan serta melestarikan kuliner khas Banten, seperti kue jojorong. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta, menunjukkan komitmen dalam memperkuat UMKM serta mengembangkan potensi wisata kuliner lokal. Diharapkan, acara serupa dapat terus diadakan untuk mendukung keberlanjutan usaha kecil serta memperkaya khazanah kuliner Indonesia.